PROFIL LEMBAGA
TUNTUTAN ZAMAN
Pada akhir dekade tahun 2000an menjadi tonggak awal berdirinya Madrasah Tsanawiyah ABU AMR, ketika maraknya penyimpangan perilaku sosial yang terjadi akibat kurangnya pendidikan, baik Pendidikan Agama maupun Formal. Hal tersebut menjadi efek karena pendidikan ala pesantren ditinggalkan lantaran dipandang tidak bisa menjamin kelangsungan hidup dengan layak di tengah-tengah zaman yang membutuhkan “IJAZAH” sebagai syarat eksistensi manusia. Ditambah dengan kenyataan bersekolah Formal terasa mahal untuk digapai masyarakat tani dan eksklusif hanya untuk sebagian mereka. Suatu paduan yang sangat berhasil membuat masyarakat semakin tertinggal akan pendidikan.
KESADARAN AKAN PENDIDIKAN
Kesadaran bahwa pendidikan formal bukan hal yang tabu jika diniatkan untuk beribadah kepada ALLAH Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan dengan pendidikan yang baik, masyarakat akan menjadi mulia dengan meningkatnya daya saing dalam peradaban dunia yang semakin maju. Hal tersebut membuat Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Arroudloh BERBAUR Kyai Achmad Su’adi Abu Amar tergerak untuk memfasilitasi terbentuknya Lembaga Pendidikan yang bisa mengakomodir keinginan masyarakat untuk tetap mendapatkan Pendidikan Formal dengan tidak mengenyampingkan keilmuan agama sebagai pondasi kehidupan.
SEKOLAH ALAM
Tingkat perekonomian yang rendah dengan kesadaran akan pendidikan yang baru terbentuk dan usaha yang keras untuk mengembangkan pendidikan yang cocok untuk penduduk desa terpencil menjadikan konsep pendidikan yang berbasis Sekolah Alam ditetapkan sebagai awal konsep pendidikan formal dalam lingkup Pondok Pesantren Arroudloh BERBAUR. Sekolah Alam yang identik dengan kemudahan konsep pendidikannya seperti pemenuhan kompetensi dasar dan pilihan sesuai dengan minat peserta didik. Untuk menjajaki konsep tersebut Kyai Achmad Su’adi Abu Amar memerintahkan sahabat-sahabat PMII Komisariat Ki Hajar Dewantara (Yogi Budi H, dkk.) untuk melakukan studi banding ke beberapa sekolah alam yang sudah ada, salah satunya adalah Kelompok Belajar Qaryah Toyyibah Kalibening Salatiga Jawa Tengah.
Dalam perjalanannya, kegiatan belajar mengajar sekolah alam ini diikuti oleh setidaknya belasan murid awal yang terdiri dari santri Pondok Pesantren Arroudloh Berbaur. Dengan guru-guru awal seperti Yogi Budi dkk, Akh. Mukh. Minakhul Kh dan Abdul Aziz. Sekolah alam ini setidaknya berjalan sekitar 3-4 bulan sampai akhirnya kegiatannya melemah dikarenakan arah pengembangan dan payung hukum yang tidak dipersiapkan dengan baik.
SEMANGAT YANG TIDAK PADAM
Setelah ditinggalkan beberapa inisiatornya, sekolah alam di atas tidak benar-benar mati, malah menjadi semangat baru bagi Kyai Achmad Su’adi Abu Amar. Dengan tersisa Akh. Mukh. Minakhul Kh dan Abdul Aziz sebagai guru, kegiatan belajar mengajar berjalan dengan sistem ala madrasah dengan peserta didik adalah santri Pondok Pesantren Arroudloh BERBAUR dengan mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Sejarah. Kegiatan ini berlangsung sekitar 6-7 bulan.
MTS ABU AMR
Disela-sela kegiatan belajar mengajar ala madrasah tersebut, desakan untuk memberi nama pun muncul agar eksistensinya lebih dikenal, ketika itu sempat dikenal dengan SMP BERBAUR dan dalam perjalanannya muncul beberapa nama seperti; MTs ABU AMAR, MTs BERBAUR, MTs Sunan Gunung Jati, SMP PANCASILA dll. Nama-nama tersebut diajukan kepada Kyai Achmad Su’adi Abu Amar dan beliau mengistikhoroinya dalam waktu satu minggu dan akhirnya beliau memilih MTs ABU AMR sebagai nama madrasah dengan tujuan tabarrukan ketika Pendiri PP. Arroudloh BERBAUR mengaji di Mekkah beliau sering dipanggil dengan “Hai Abu Amr!” (tidak dengan ejaan “amar”).

PENDIRIAN MTS ABU AMR
Setelah memantapkan hati, memurnikan niat untuk mengabdi dan melayani para fuqoro’ wal masakin yang ingin menuntut ilmu, Kyai Achmad Su’adi Abu Amar memerintahkan Fathurrohman dan Abdul Aziz untuk mengajukan proposal pendirian MTs ABU AMR. Dengan ma’unah ALLAH Subhanahu wa Ta’ala. dan barokah Mbah Yai Abu Amar proposal tersebut mendapatkan respon dengan baik oleh Kementrian Agama yang sudah mendengar bahwa Pondok Pesantren Arroudloh BERBAUR akan mendirikan lembaga pendidikan formal.
Dalam waktu satu bulan, pihak KEMENAG melakukan visitasi lembaga dan mengundang struktural lembaga untuk mempresentasikan visi dan misi pendiriannya.
